Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan regulasi emosi dengan stres kerja pada pegawai pemerintahan Dinas Sosial Kota Denpasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat stres kerja di lingkungan pemerintahan yang memiliki tuntutan pelayanan publik, yang dapat menurunkan kesejahteraan dan kualitas kinerja pegawai. Regulasi emosi diyakini sebagai salah satu faktor yang dapat menurunkan stres kerja tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 138 pegawai yang diperoleh melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala regulasi emosi dan stres kerja yang telah divalidasi oleh para ahli dan uji reliabilitasnya. Data analisisnya menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kemampuan regulasi emosi dan stres kerja ( r= -0,236 dengan p – value sebesar 0,005). Artinya, semakin tinggi tingkat regulasi emosi, maka semakin rendah kecenderungan untuk mengalami stres kerja. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa regulasi emosi berperan penting dalam mencegah perilaku stres kerja di lingkungan pemerintahan terutama bagian pelayanan publik, Dinas Sosial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan konselor dalam merancang intervensi untuk meningkatkan regulasi emosi dalam diri pegawai guna mengurangi perilaku stres kerja yang merugikan.