Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN FOTO THORAX DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Nahadin, Putri Aulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55098

Abstract

Layanan foto thorax termasuk dalam pelayanan penunjang medis yang esensial dalam proses diagnosis penyakit. Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan terkait waktu tunggu pelayanan foto thorax, yaitu maksimal tiga jam sejak pendaftaran hingga hasil diterima pasien. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di beberapa rumah sakit Indonesia belum sepenuhnya sesuai standar. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian waktu tunggu pelayanan foto thorax dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan pelayanan. Penyusunan artikel ini dilakukan melalui pendekatan studi literatur. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda dengan kombinasi kata kunci yaitu “Waktu Tunggu” OR “Waiting Time” AND “Foto Thorax” OR “Chest X-Ray” AND “Radiologi” OR “Radiology” AND “Rumah Sakit” OR “Hospital”. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria inklusi, yaitu diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015–2025), berbentuk artikel penelitian asli, tersedia dalam bentuk teks lengkap dan bersifat akses terbuka, serta artikel mempunyai ruang lingkup waktu tunggu pelayanan di instalasi radiologi rumah sakit. Dari enam artikel yang memenuhi kriteria, ditemukan bahwa sebagian rumah sakit belum memenuhi standar waktu tunggu ≤3 jam. Keterlambatan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan tenaga medis, ketidakefisienan alur pelayanan, kurangnya sosialisasi kebijakan, kondisi pasien lanjut usia, keterlambatan pembacaan hasil, dan belum terintegrasinya sistem informasi rumah sakit. Waktu tunggu pelayanan foto thorax pada pasien rawat jalan masih menjadi tantangan di banyak rumah sakit. Upaya perbaikan diperlukan melalui peningkatan jumlah dan kompetensi SDM, optimalisasi manajemen pelayanan, penguatan kebijakan internal, pembaruan infrastruktur, serta integrasi sistem digital untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan radiologi.