Korompis, Vidi E.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Masalah Korompis, Vidi E.
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) Vol 2 No 3 (2025): (OCTOBER) Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS)
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/fv6bvw30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran IPS berbasis masalah. Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan abad 21 yang sangat penting untuk dimiliki peserta didik dalam menghadapi kompleksitas permasalahan sosial di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menganalisis berbagai sumber akademik yang relevan dengan topik pembelajaran IPS, pembelajaran berbasis masalah, dan pengembangan berpikir kritis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan analisis literatur dari artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah lainnya yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015-2024. Analisis data dilakukan melalui tahapan analisis deskriptif, komparatif, dan sintesis untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan mengintegrasikan berbagai temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pembelajaran IPS yang bersifat interdisipliner, kontekstual, dan berorientasi pada civic competence sangat mendukung implementasi pembelajaran berbasis masalah. Implementasi pembelajaran berbasis masalah dalam konteks IPS terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, sintesis, dan pemecahan masalah peserta didik. Dampak positif pembelajaran ini tidak hanya pada aspek kognitif tetapi juga pada pembentukan disposisi berpikir kritis yang positif. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan praktik pembelajaran IPS yang lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di Indonesia.