Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi perluasan cakupan jaminan sosial bagi pekerja informal di Indonesia menggunakan ISSA Guidelines on Administrative Solutions for Coverage Extension sebagai kerangka analitis utama. Melalui pendekatan kajian pustaka dan analisis komparatif terhadap Argentina, Jerman, Kamerun, Maroko, dan Togo, studi ini mengidentifikasi kesenjangan cakupan dalam sistem jaminan sosial Indonesia serta menganalisis praktik administratif yang diterapkan berbagai negara dalam memperluas perlindungan bagi pekerja informal. Hasil analisis menunjukkan bahwa perluasan cakupan tidak hanya bergantung pada desain manfaat, tetapi juga pada penyederhanaan proses administrasi, penguatan kemitraan kelembagaan, digitalisasi layanan, dan strategi komunikasi yang ditargetkan. Meskipun Indonesia telah menyediakan beberapa manfaat bagi pekerja informal, partisipasi dan cakupan masih terbatas, khususnya dalam perlindungan kehilangan pekerjaan dan pensiun berbasis manfaat berkala. Penelitian ini merumuskan implikasi kebijakan yang adaptif bagi konteks Indonesia, termasuk pengembangan mekanisme iuran yang fleksibel dan penguatan perlindungan hari tua sebagai pintu masuk strategis perluasan cakupan. Secara konseptual, studi ini berkontribusi pada literatur perluasan cakupan jaminan sosial berbasis kontribusi dengan menegaskan bahwa kapasitas administratif dan strategi implementasi merupakan determinan kunci keberhasilan integrasi pekerja informal dalam sistem jaminan sosial. Studi ini menekankan pentingnya adaptasi pengalaman internasional dengan karakteristik kelembagaan dan demografis Indonesia guna membangun sistem jaminan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan.