Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata L) dan Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Terhadap Penurunan Flour Albus Pada Akseptor KB Solichatin, Solichatin; Mayani, Widya
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2059

Abstract

Keputihan merupakan cairan (selain darah) dari vagina yang berasal dari leher rahim, dinding vagina atau kelenjar di sekitar organ reproduksi wanita.. Salah satu pengobatan non farmakologi bagi penderita keputihan adalah rebusan Daun Sirsakdan Kunyit. Daun Sirsakmemiliki kandungan senyawa kimia bernama eugenol yang bersifat anti jamur dan dapat menangkal jamur candida albicans. Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Rebusan Daun Sirsak(Annona muricata L.) dan Kunyit (Curcuma Domestica Val.) terhadap Penurunan Flour Albus pada Akseptor KB. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pre-post test design. Populasi sejumlah 60, dan sampel sejumlah 38 yang diambil dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan data primer dengan lembar observasi, yang diolah dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Dari hasil uji wilcoxon didapatkan selisih negatif antara hasil pengukuran Flour Albus (pre-test) dan  Flour Albus (post-test) adalah 38. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan Flour Albus yang dirasakan oleh responden sebelum dan setelah diberikan intervensi konsumsi rebusan Daun Sirsakdan Kunyit. Selisih positif antara hasil pengukuran Flour Albus (pre-test) dan Flour Albus (post-test) adalah 0 yang artinya tidak ada responden yang mengalami peningkatan Flour Albus. Berdasarkan output test statistic pada hasil uji wilcoxon, asymp sig (2-tailed) bernilai 0,001. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan Daun Sirsak(Annona muricata L.) dan Kunyit (Curcuma domestica Val.) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan kejadian Fluor Albus pada akseptor KB. Penurunan ini terlihat melalui perbaikan gejala, berkurangnya jumlah keputihan, serta peningkatan kenyamanan pada responden setelah intervensi diberikan.
The Effect of Pranayama Yoga Exercise on Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) in Adolescent Girls with Primary Dysmenorrhea Mayani, Widya; Rosyida, Desta Ayu Cahya; Solichatin, Solichatin; Rihardini, Tetty
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 18 No 1 (2026): EMBRIO: Jurnal Kebidanan
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v18i1.11519

Abstract

Dysmenorrhea is a common menstrual disorder experienced by adolescent girls and may trigger an inflammatory response in the body, as indicated by an increased erythrocyte sedimentation rate (ESR). One non-pharmacological intervention that may help alleviate this condition is yoga pranayama. This study aimed to analyse the effect of yoga pranayama on reducing ESR levels in adolescents with dysmenorrhea. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 31 adolescent girls experiencing dysmenorrhea. The yoga pranayama intervention was conducted over 4 weeks, comprising 8 sessions, each lasting 30 minutes. ESR measurements were obtained before and after the intervention using the Westergren method, and the data were analysed using the Wilcoxon signed-rank test. The results showed a decrease in ESR levels after the intervention, with 48.4 percent of respondents categorised as normal (10–20 mm/h), although 51.6 percent remained in the high category (more than 20 mm/h). Statistical analysis indicated a significant difference between pretest and posttest ESR values. This reduction is associated with the relaxation effects of yoga pranayama, which improve tissue oxygenation, enhance blood circulation, and reduce inflammatory responses caused by increased prostaglandins. In conclusion, yoga pranayama is an effective non-pharmacological therapy for reducing ESR in adolescents with dysmenorrhea.