Keputihan merupakan cairan (selain darah) dari vagina yang berasal dari leher rahim, dinding vagina atau kelenjar di sekitar organ reproduksi wanita.. Salah satu pengobatan non farmakologi bagi penderita keputihan adalah rebusan Daun Sirsakdan Kunyit. Daun Sirsakmemiliki kandungan senyawa kimia bernama eugenol yang bersifat anti jamur dan dapat menangkal jamur candida albicans. Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Rebusan Daun Sirsak(Annona muricata L.) dan Kunyit (Curcuma Domestica Val.) terhadap Penurunan Flour Albus pada Akseptor KB. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pre-post test design. Populasi sejumlah 60, dan sampel sejumlah 38 yang diambil dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan data primer dengan lembar observasi, yang diolah dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Dari hasil uji wilcoxon didapatkan selisih negatif antara hasil pengukuran Flour Albus (pre-test) danĀ Flour Albus (post-test) adalah 38. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan Flour Albus yang dirasakan oleh responden sebelum dan setelah diberikan intervensi konsumsi rebusan Daun Sirsakdan Kunyit. Selisih positif antara hasil pengukuran Flour Albus (pre-test) dan Flour Albus (post-test) adalah 0 yang artinya tidak ada responden yang mengalami peningkatan Flour Albus. Berdasarkan output test statistic pada hasil uji wilcoxon, asymp sig (2-tailed) bernilai 0,001. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan Daun Sirsak(Annona muricata L.) dan Kunyit (Curcuma domestica Val.) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan kejadian Fluor Albus pada akseptor KB. Penurunan ini terlihat melalui perbaikan gejala, berkurangnya jumlah keputihan, serta peningkatan kenyamanan pada responden setelah intervensi diberikan.