Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENCEGAH KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMK MA’ARIF NU PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES Safa Nafsi, Aliya
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 2 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i2.513

Abstract

Fenomena kenakalan peserta didik di sekolah menengah kejuruan merupakan persoalan kompleks yang bermanifestasi dalam pelanggaran disiplin, penyalahgunaan rokok, dan pengabaian peraturan sekolah. Situasi ini menggarisbawahi peran mendesak guru pendidikan agama Islam untuk menerapkan strategi pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis metode yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam di SMK Ma’arif NU Paguyangan untuk menghentikan perilaku buruk peserta didik. Untuk memahami lebih lanjut, penelitian ini menggabungkan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif secara komprehensif tentang fenomena social yang diteliti. Prosedur pengumpulan data untuk membahas topik penelitian, menggunakan dokumentasi yang diperiksa secara kualitatif, wawancara mendalam, dan metode observasi. Partisipan penelitian meliputi guru pendidikan agama Islam dan waka kesiswaan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwasanya strategi yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam untuk memitigasi perilaku menyimpang peserta didik diwujudkan melalui empat pilar utama: (1) strategi preventif melalui internalisasi nilai keagamaan seperti pembiasaan ibadah, doa bersama, dan sholat berjamaah. Sserta penguatan sinergisitas antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi eksternal; (2) strategi kuratif yang berfokus pada penguatan regulasi sekolah dan implementasi sistem poin perilaku; (3) strategi pembinaan melalui partisipasi aktif dalam organisasi serta kegiatan ekstrakulikuler. Penerapan strategi tersebut secara substantif terbukti mampu membentuk karakter religius, meningkatkan integritas kedisiplinan, serta mereduksi kecenderungan perilaku menyimpang pada peserta didik.