Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi, terutama burger konvensional berbasis daging, telah memicu kekhawatiran akan dampak negatifnya terhadap kesehatan. Hal ini mendorong perlunya inovasi pangan alternatif yang lebih sehat, salah satunya melalui pemanfaatan protein nabati seperti tempe dan oatmeal. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan konsumen terhadap kreasi burger dengan patty berbahan dasar tempe dan oatmeal sebagai alternatif sehat untuk burger konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif melalui survei. Metode survei dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dari 29 responden yang dipilih secara purposive, dengan fokus pada aspek tekstur, rasa, dan kualitas organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif, di mana 96,5% setuju hingga sangat setuju bahwa patty sayuran ini layak menjadi alternatif yang sehat. Tekstur patty yang lembut namun terstruktur dan rasa unik yang dihasilkan dari kombinasi tempe dan oatmeal berhasil memenuhi harapan konsumen tanpa mengorbankan rasa burger tradisional. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa patty sayuran memiliki potensi tinggi untuk diterima dari segi preferensi kesehatan dan rasa, karena kandungan protein dan serat nabati yang memberikan manfaat fungsional. Implikasi dari penelitian ini adalah terbukanya peluang pengembangan produk pangan fungsional berbasis bahan lokal yang dapat bersaing di pasar makanan sehat, serta mendorong gaya hidup konsumsi yang lebih berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar penelitian lebih lanjut tentang formulasi produk, inovasi, dan umur simpan.