Latar Belakang: Bermain game online menjadi aktivitas yang banyak dilakukan oleh anak usia sekolah dasar. Kebiasaan bermain yang terlalu sering dapat memengaruhi cara anak merespons dan mengelola emosinya dalam keseharian. Regulasi emosi merupakan kemampuan penting yang mulai berkembang sejak usia sekolah dan dapat dipengaruhi oleh aktivitas harian, lingkungan, serta penggunaan teknologi. Dalam Islam, diajarkan pentingnya menjaga diri dari hal-hal berlebihan, mengatur waktu dengan baik, dan mengendalikan emosi, sehingga penggunaan game online juga perlu diarahkan agar tidak membawa dampak yang merugikan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game online dengan regulasi emosi pada siswa kelas V dan VI SDN Sunter Jaya 09 Pagi, serta meninjau hasilnya dari sudut pandang Islam. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 73 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner intensitas bermain game online dan kuesioner regulasi emosi (Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson melalui SPSS. Hasil: Sebagian besar siswa memiliki intensitas bermain game online kategori sedang dan regulasi emosi dalam kategori baik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara intensitas bermain game online dan regulasi emosi, dengan nilai korelasi r = 0.884 dan nilai signifikansi p = 0.000. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara intensitas bermain game online dan regulasi emosi pada siswa. Dalam ajaran Islam, menjaga diri dari kebiasaan yang berlebihan serta melatih pengendalian emosi merupakan bagian dari perilaku yang dianjurkan, sehingga penggunaan game online perlu diarahkan agar tetap dalam batas yang baik.