Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kata Ganti Orang Pertama dan Kata Sapaan dalam Tuturan Percakapan Guru dan Siswa di SMP Wisata Sanur: Kajian Sosiolinguistik I Made Dio Oktariadi; I Nyoman Sudiana; I Putu Mas Dewantara
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3167

Abstract

Penggunaan kata ganti orang pertama dan kata sapaan dalam interaksi pembelajaran mencerminkan dinamika relasi sosial antara guru dan siswa yang berlangsung secara kontekstual. Lingkungan sekolah yang dinamis memungkinkan munculnya variasi bahasa yang dipengaruhi oleh peran institusional, kedekatan emosional, dan situasi komunikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan kata ganti orang pertama dan kata sapaan dalam tuturan percakapan guru dan siswa di SMP Wisata Sanur serta mengidentifikasi kecenderungan penggunaannya berdasarkan konteks peristiwa tutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan percakapan alami antara guru dan siswa yang dikumpulkan melalui pengamatan, perekaman, pencatatan, dan wawancara tidak terstruktur. Analisis dilakukan dengan menjadikan peristiwa tutur sebagai unit analisis serta menggunakan model komponen SPEAKING untuk meninjau indikator konteks komunikasi, terutama pada bentuk yang dominan digunakan dalam interaksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan empat kelompok temuan, yaitu penggunaan kata ganti orang pertama oleh siswa, penggunaan kata ganti orang pertama oleh guru, penggunaan kata sapaan oleh siswa, dan penggunaan kata sapaan oleh guru. Siswa cenderung menggunakan bentuk yang menandai kehati-hatian dan penghormatan, sedangkan guru menunjukkan fleksibilitas yang lebih tinggi sesuai situasi kelas. Penelitian ini menegaskan bahwa pilihan kata ganti dan sapaan merupakan bentuk negosiasi relasi sosial yang dinamis dalam ruang kelas melalui konteks peristiwa tutur.