Tuwohingide , Yanli Everson
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor risiko kekambuhan penyakit gout artritis pada masyarakat pesisir perbatasan Indonesia–Filipina Gobel, Iswanto; Tuwohingide , Yanli Everson; Welembuntu, Meistvin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1929

Abstract

Background: Excessive acid in the blood (hyperuricemia) can cause a disease called gout. Sangihe Islands Regency is located in North Sulawesi Province and is the home of the Republic of Indonesia. It covers an area of ​​736.98 km², with most of it being sea. Tabukan Utara District, located on the northern coast facing the Philippines, covers an area of ​​118.29 km². It is unique because of its coral reefs that form lagoons, producing abundant reef fish rich in excrement. Purpose: To identify risk factors for gout recurrence in communities residing in coastal and border areas. Method: This quantitative study, using a cross-sectional approach, was conducted from October to November 2024 in Sangihe Islands Regency. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 100 respondents. The independent variables in this study were dietary habits, physical condition, and psychological condition, while the dependent variable was gout recurrence. Data analysis used univariate analysis using frequency distributions and bivariate analysis using the chi-square test. Results: Consumption of offal, seafood, nuts, alcohol, inflammatory physical conditions, and stress were significantly associated with gouty arthritis recurrence (p=0.000), while sago consumption showed no significant association (p=0.170). Conclusion: Consuming offal, seafood, alcohol, and nuts impacts gout recurrence. Suggestion: Further research should be conducted in collaboration with various sectors to improve public understanding of non-communicable disease care management in rural and remote areas.   Keywords: Border Areas; Gouty Arthritis; Lifestyle; Relapse.   Pendahuluan: Jumlah asam yang berlebihan dalam darah (hiperurisemia) dapat menyebabkan penyakit yang disebut dengan istilah gout. Kabupaten Kepulauan Sangihe berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara dan merupakan beranda NKRI, dengan Luas wilayah 736.98 km² dengan sebagian besar wilayah laut sementara Kecamatan Tabukan Utara berada didaerah pesisir utara berhadapan dengan Filipina dengan luas wilayah 118.29 km yang memiliki keunikan tersendiri karena memiliki terumbu karang yang membentuk lagun, sehingga menghasilkan banyak ikan karang yang kaya akan purin. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor risiko kekambuhan penyakit gout artritis pada masyarakat yang berdomisili di daerah pesisir dan perbatasan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan bulan Oktober-November 2024 di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah kebiasaan makan, kondisi fisik dan kondisi psikologis, sedangkan variabel dependen adalah kekambuhan gout. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Konsumsi jeroan, seafood, kacang-kacangan, alkohol, kondisi fisik peradangan, dan stres memiliki hubungan yang signifikan dengan kekambuhan gout artritis (p=0.000), sedangkan konsumsi sagu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0.170). Simpulan: Kebiasaan makan jeroan, seafood, alkohol, dan kacang-kacangan berdampak pada kekambuhan gout. Saran: Penelitian lanjutan dapat bekerjasama dengan lintas sektor untuk metode peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manajemen perawatan penyakit tidak menular pada daerah rural dan remote area perlu dilakukan.   Kata Kunci: Gout Artritis; Kekambuhan; Pola Makan; Wilayah Perbatasan.