Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Human error Pada Proses Produksi Meubel menggunakan Metode SHERPA Dan HEART (Studi Kasus: Meubel Al-Fatih Berkah Sofa) Nur Aqsan Syarif
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/

Abstract

Secara sederhana kesalahan manusia (human error) dapat didefinisikan sebagai kegagalan manusia dalam melakukan pekerjaannya atau menghasilkan pekerjaan yang kurang sesuai dengan tujuan akhir yang ingin dicapai. Meubel Al-fatih Berkah Sofa merupakan sebuah usaha meubel yang terdapat beberapa proses produksi yang mana kerap terjadi kesalahan dan mempengaruhi proses produksi penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi human error dan memberikan usulan perbaikan untuk meminimalkan terjadinya human error. Penelitian ini menggunakan SHERPA dan HEART dalam menganalisis human error. SHERPA sebagai teknik identifikasi human error yang menggunakan analisis tugas hirarki dalam hubungannya dengan taksonomi kesalahan untuk mengidentifikasi kesalahan kredibel yang terkait dengan aktivitas manusia. HEART digunakan untuk memberikan tingkat probabilitas suatu error dapat terjadi. pada proses produksi sofa terdapat 23 human error. Human error terjadi pada 6 proses pekerjaan utama dengan masing masing sub-pekerjaan. Pada proses pengukuran dan pemotongan kayu terdapat 3 human error, pada perakitan 3 human error, pada proses pemasangn per dan karet 3 human error, pemasangan busa terdapat 5 human error, proses pemasangan kain terdapat 5 human error dan pada proses finishing terdapat 4 human error. Klasifikasi error dari keseluruhan pekerjaan terbagi kedalam 18 error pada kategori tindakan (action error) dan 5 error pada kategori pemeriksaan (checking error). Nilai human error probability (HEP) terbesar pada proses produksi sofa yaitu pada sub pekerjaan membuat pola dengan nilai 0.944. Rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan untuk meminimalkan terjadinya human error yaitu briefing, meningkatkan pengawasan, mengecek ulang pekerjaan dan melakukan pelatihan internal penggunaan dalam pengunaan alat produksi.