Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana) Terhadap Perubahan Histopatologi Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Aloksan Wolu, Maria Amelia Rambu E. Sili; Damanik, Efrisca M Br.; Woda, Rahel Rara; Buntoro, Ika Febianti
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.514

Abstract

Diabetes melitus adalah  penyakit kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan  adanya kadar glukosa darah yang melebihi batas normal. Aloksan mengakibatkan kerusakan sel beta pankreas dengan cara mengaktifkan oksigen reaktif (ROS) yang dimulai oleh reaksi reduksi dari aloksan. Target dari ROS yaitu DNA dari sel pulau Langerhans pada pankreas. Daun bidara mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin dan fenolat sebagai antioksidan alami yang menetralkan dan menstabilkan radikal bebas dalam organ pankreas. Untuk mengetahui efek ekstrak daun bidara  (Ziziphus mauritiana) terhadap perubahan histopatologi pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan true experimental design posttest only with control group pada kelompok perlakuan dan kontrol. Sampel terbagi menjadi 5 kelompok uji yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1 (dosis 200 mg/kgBB), perlakuan 2 ( dosis 400 mg/kgBB) dan perlakuan 3 (dosis 800 mg/kgBB). Penilaian kerusakan hepar menggunakan skoring histopatologi pankreas. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey HSD. Hasil uji menggunakan Kruskal-Wallis terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian ekstrak daun bidara terhadap gambaran histopatologi pankreas tikus wistar yang diinduksi aloksan dengan nilai signifikan p=0,000 (p<0,05). Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun bidara terhadap perubahan histopatologi pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan dengan dosis yang paling efektif yaitu 800 mg/kgBB.