Kanda Awidya Rama, I Dewa Agung
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Perbaikan Gejala Dispepsia Non-Bakterial Pada Pasien Yang Mendapatkan PPI Dan Antagonis Reseptor H2 : Systematic Literature Review Kanda Awidya Rama, I Dewa Agung; Fatih, Dzulfikar Fatih; Muharomah, Megisya Usmi Wabrieni Muharomah; Marteti, Yurin Esterina Marteti; Relia, Yohanes Deco Alexandro Relia; Siahaan, Alex Sander Siahaan
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 1 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v21i1.3039

Abstract

Dispepsia non-bakterial merupakan gangguan gastrointestinal dengan prevalensi tinggi yang menunjukkan heterogenitas patofisiologis substansial, memerlukan pendekatan terapeutik optimal berbasis evidens kontemporer untuk mencapai outcome klinis maksimal. Tujuan: Menganalisis secara sistematis bukti ilmiah komparatif mengenai efikasi klinis, kecepatan onset kerja, durasi perbaikan gejala, dan profil keamanan proton pump inhibitors dibandingkan antagonis reseptor histamin-2 dalam manajemen dispepsia non-bakterial. Metode: Systematic literature review komprehensif melalui basis data elektronik PubMed, Scopus, Science Direct, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi 2021-2024 menggunakan kriteria inklusi ketat serta penilaian kualitas metodologis terstruktur. Hasil: Sepuluh studi berkualitas tinggi memenuhi kriteria inklusi menunjukkan tingkat respons terapeutik ekuivalen berkisar 30-60% tanpa diferensiasi superioritas absolut. Antagonis reseptor H2 memperlihatkan profil keamanan jangka panjang yang superior dengan tolerabilitas lebih baik, sementara proton pump inhibitors memberikan onset ameliorasi gejala lebih akselerasi namun berpotensi menginduksi komplikasi sistemik pada penggunaan berkepanjangan. Kesimpulan: Personalisasi terapi berdasarkan stratifikasi patofisiologis dan subtipe klinis esensial untuk optimalisasi outcome pasien, dengan pendekatan step-down therapy sebagai strategi terapeutik rasional.