ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya lingkungan, Corporate Social Responsibility (CSR), inovasi hijau, dan Enterprise Risk Management (ERM) terhadap nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS 30 terhadap 38 perusahaan manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. CSR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Inovasi hijau berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, ERM berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor masih memprioritaskan manajemen risiko dalam menilai perusahaan manufaktur Indonesia.Kata Kunci: Biaya Lingkungan; Corporate Social Responsibility; Inovasi Hijau; Enterprise Risk Management; Nilai PerusahaanABSTRACTThis study aims to analyze the effect of environmental costs, Corporate Social Responsibility (CSR), green innovation, and Enterprise Risk Management (ERM) on the firm value of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021-2023. The research method uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis using SPSS 30 on 38 manufacturing companies. The results show that environmental costs have no significant effect on firm value. CSR has a negative and significant effect on firm value. Green innovation has a negative and significant effect on firm value. Conversely, ERM has a positive and significant effect on firm value. These findings indicate that investors still prioritize risk management in valuing Indonesian manufacturing companies.Keywords: Enviromental Cost; Corporate Social Responsibility; Green Innovation; Enterprise Risk Management; Firm Value