Aqidatul Izzah
PJOK PPG UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI DENGAN METODE BERMAIN UNTUK SISWA KELAS 12.8 SMA NEGERI 8 SEMARANG Aqidatul Izzah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress.
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.4984

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan senam lantai tanpa alat siswa kelas 4 12.8 SMA N 8 Semarang melalui Pendekatan Bermain. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diukur dari hasil tes yang diperoleh dari siklus I dan siklus II. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas dengan kolaborasi antara peneliti dan teman sejawat sebagai observer. Subyek penelitian siswa kelas 12.8 SMA N 8 Semarang semester ganjil tahun ajaran 2024-20235 yang berjumlah 32 siswa. Kemampuan awal siswa tentang gerakan senam lantai tanpa alat sangat rendah, hal ini dibuktikan dengan hasil tes sebelum perbaikan rata-rata kelasnya hanya 55,33 dan hanya 5 orang saja yang nilainya > KKM 75.Gerakan senam yang dilakukan yaitu lompat-lompat di tempat, berdiri dengan kepala, dan berdiri dengan tangan.Hasil penelitian ini menunjukkan proses belajar-mengajar meningkat dari sebelum perbaikan, siklus I dan siklus II, terbukti dari sebelum perbaikan rata-rata kelas yang dicapai siswa hanya 55,33 dengan kriteria kurang, siklus I mencapai 70,33 dengan kriteria cukup dan Siklus II mencapai rata-rata kelas 80,00 dengan kriteria “Baik“. Sedangkan target pencapaian KKM, sebelum tindakan 20%, pada siklus I meningkat menjadi 44 % dan pada Siklus II ketuntasan meningkat lagi menjadi 92%. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa pembelajaran senam lantai tanpa alat melalui Pendekatan Bermain dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 12.8 SMA N 8 Semarang. Peningkatan ketercapaian KKM dari sebelum perbaikan sampai dengan siklus II mencapai 50%. Maka penelitian ini dianggap tuntas karena kemampuan siswa secara klasikal sudah meningkat > KKM.