Upaya penelitian ini berusaha untuk menyelidiki korelasi antara berbagai tingkat kesepian dan manifestasi gangguan mental emosional di antara mahasiswa tahun pertama. Kesepian dicirikan sebagai keadaan emosional permusuhan yang timbul dari persepsi subjektif tentang koneksi sosial yang tidak mencukupi, sering ditemui oleh individu selama fase transisi adaptasi ke lingkungan perguruan tinggi. Gangguan mental emosional, termasuk tetapi tidak terbatas pada depresi, kecemasan, dan stres, lazim di kalangan mahasiswa baru dan dapat mempengaruhi interaksi sosial, kinerja akademik, dan kesehatan fisik mereka. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif melalui desain studi cross-sectional, melibatkan siswa yang baru diterima sebagai peserta. Temuan penyelidikan menunjukkan bahwa intensitas kesepian berkorelasi signifikan dan positif dengan gejala gangguan mental emosional. Kesepian yang dialami oleh siswa tahun pertama dapat berfungsi sebagai prediktor kritis untuk mengidentifikasi risiko mengembangkan gangguan mental emosional dalam demografi ini. Hasil ini menggarisbawahi perlunya memprioritaskan kesehatan mental mahasiswa baru dan menyoroti keharusan untuk intervensi yang bertujuan mengurangi kesepian untuk mengurangi timbulnya gangguan mental emosional lebih lanjut. Studi ini menyumbangkan kerangka empiris yang menguatkan literatur yang ada mengenai dampak kesepian pada kesehatan mental siswa tahun pertama, sementara secara bersamaan menyajikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pelajar perguruan tinggi. Kata kunci: kesepian, gangguan mental emosional, mahasiswa baru, kesehatan mental, adaptasi sosial