Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara siswa, yang dipengaruhi oleh kurangnya rasa percaya diri untuk bertanya, berpendapat, dan berkontibusi saat di kelas, dikarnakan minim nya pengetahuan siswa bagaimana cara penggunaan bahasa yang tepat, dalam konteks pelafalan, intonasi, tata bahasa, kosa kata, sikap dan pemahaman, hal tersebut dikarnakan kurang nya perhatian dari guru yang jarang melakukan tes keterampilan berbicara kepada siswa serta belum sepenuhnya menerapkan model pembelajaran yang dapat menggerakkan siswa untuk berinteraksi selama pembelajaran. Untuk mengatasai permasalahan tersebut, peneliti tertarik menerapkan model kooperatif TPS sebagai upaya dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Tujuan penelitian ini, untuk mendeskripsikan pengaruh dari penggunaan model kooperatif TPS (Think Pair Share) terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IV dalam pelajaran bahasa indonesia di SDN 190 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan pendekatan pre-eksperimen dan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa. Data dikumpulkan dengan tes lisan melalui bercerita dari sebuah teks narasi yang dinilai melalui lembar penilai keterampilan berbicara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 63,73 meningkat menjadi 75,50 pada posttest. Hasil uji hipotesis dengan uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai t-hitung 13,751 > t-tabel 1,711. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti model TPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatakan keterampilan berbicara siswa.