Endang Citra Kumala Putri
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Attachment Style dan Kepuasan Hubungan Romantis pada Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orang Tua Endang Citra Kumala Putri; Roswiyani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.7168

Abstract

Fenomena perceraian orang tua di Indonesia yang terus meningkat memengaruhi perkembangan psikososial anak, termasuk pola keterikatan (attachment style) dan kepuasan hubungan romantis di masa dewasa awal. Permasalahan ini penting diteliti karena individu dengan pengalaman perceraian orang tua berisiko memiliki insecure attachment yang berdampak pada kualitas hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attachment style terhadap kepuasan hubungan romantis pada dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode non-eksperimental. Populasi penelitian adalah individu dewasa awal berusia 19–40 tahun di Indonesia yang sedang menjalin hubungan pacaran atau pernikahan minimal 6 bulan dan memiliki riwayat perceraian orang tua, dengan jumlah partisipan sebanyak 216 orang yang diperoleh melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen The Experience in Close Relationship-Revised (ECR-R) dan Relationship Assessment Scale (RAS) melalui survei daring, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi Pearson, regresi linier sederhana, ANOVA, dan uji beda (t-test) dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attachment style berpengaruh signifikan terhadap kepuasan hubungan romantis dengan kontribusi sebesar 43,9%, di mana dimensi avoidant attachment memiliki pengaruh paling kuat (57,1%) dibanding anxious attachment (17,2%). Uji beda juga menunjukkan terdapat perbedaan signifikan attachment style dan kepuasan hubungan berdasarkan status hubungan (berpacaran dan menikah). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi psikologi dalam membantu individu memahami pola keterikatan dan meningkatkan kualitas hubungan romantis meskipun memiliki latar belakang keluarga bercerai.