Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam upaya sekolah dalam membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar sebagai pondasi utama pendidikan karakter di tengah ancaman degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia. Pendidikan formal melalui sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai pro-lingkungan secara berkelanjutan melalui kegiatan intrakurikuler (misalnya pembelajaran IPA berbasis ekologi), kokurikuler (praktik rutin menjaga kebersihan lingkungan sekolah), dan ekstrakurikuler (seperti klub pecinta alam). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Scopus dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait pendidikan lingkungan dan budaya sekolah, kemudian diseleksi melalui tahapan screening judul, abstrak, dan teks penuh berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi, yaitu artikel terbit tahun 2019–2025, relevan dengan konteks pendidikan sekolah, dan membahas implementasi pendidikan lingkungan. Dari proses tersebut diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria, serta didukung oleh dokumen kebijakan nasional seperti Program Adiwiyata dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Temuan kajian menunjukkan bahwa inisiatif seperti Program Adiwiyata, pengelolaan daur ulang sampah kreatif, kampanye penghijauan sekolah, dan lomba kebersihan lingkungan dilaporkan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan membentuk perilaku pro-lingkungan siswa, serta berpotensi mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Keberhasilan upaya tersebut sangat dipengaruhi oleh kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas masyarakat, yang mendorong terbentuknya budaya sekolah ramah lingkungan secara berkelanjutan