Jon Kenedi
Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi State Islamic University, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI BERSAING PEDAGANG TRADISIONAL PAKAIAN JADI DI PASAR LANSEK KODOK KEC. RAO SELATAN KAB. PASAMAN DALAM MENGHADAPI PENJUALAN ONLINE DITINJAU DARI PERSPEKTIF BISNIS SYARI’AH Lola Novianti; Jon Kenedi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.7336

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah strategi persaingan yang dilakukan pedagang pakaian tradisional jadi di pasar Lansek Kodok ditengah berkembangnya platform penjualan online yang telah menggeser perilaku belanja konsumenyang sebelumnya setia berbelanja di pasar tradisional, kini lebih memilih berbelanja secara online , hal ini berdampak pada penurunan pendapatan pedagang pasar Lansek Kodok secara signifikan selama tiga tahun terkhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi yang diterapkan oleh pedagang pakaian jadi dan bagaimana penerapan strategi bersaing dari perspektif bisnis syari'ah yang fokus pada prinsip-prinsip etika bisnis Islam yaitu kejujuran dalam melakukan penjualan beli, keterbukaan atau transparansi, keadilan dalam melakukan transaksi, serta tanggung jawab sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur dengan pedagang dan konsumen, serta dokumentasi. Metode penganalisis data yang digunakan adalah metode interaktif menurut Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan/ Verivikasi Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang pakaian tradisional jadi di pasar Lansek Kodok menerapkan beberpa strategi bersaing yaitu strategi fokus pada pelanggan lokal dari kalangan biasa-biasa saja yang menjadi pilihan utama dengan mengutamakan loyalitas pelanggan melalui pendekatan personal, layanan fleksibel, dan hubungan sosial yang erat. Pedagang juga menerapkan strategi diferensiasi layanan seperti kemudahan dalam proses tawar-menawar, memberikan kelonggaran pembayaran, serta kemampuan untuk menyesuaikan produk dengan selera lokal dan kebutuhan musiman.
PERAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PETANI JAGUNG DI KEC. PANTI KAB. PASAMAN Afifah Dwi Putri Ritonga; Jon Kenedi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7408

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa meskipun jagung merupakan salah satu komoditas pertanian utama dan bernilai strategis di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, namun produktivitas dan kesejahteraan petani jagung masih tergolong rendah. Permasalahan utama yang dihadapi petani antara lain keterbatasan modal usaha, tekanan harga pasar, rendahnya penerapan teknologi pertanian, serta akses yang terbatas terhadap bantuan pemerintah. Oleh karena itu, peran pemerintah sangat krusial dalam mendorong peningkatan pendapatan dan produktivitas petani melalui penyediaan bantuan sarana produksi, pelatihan teknis, serta fasilitasi akses permodalan dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran pemerintah dalam membantu meningkatkan pendapatan dan produktivitas petani jagung di Kecamatan Panti, baik melalui intervensi langsung maupun penguatan kelembagaan tani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari petani jagung, penyuluh pertanian, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan pemerintah berupa bibit, subsidi pupuk, alsintan, dan program penyuluhan telah memberikan dampak positif terhadap petani yang tergabung dalam kelompok tani. Namun sebagian besar petani kecil masih mengalami hambatan dalam mengakses bantuan karena keterbatasan administratif, rendahnya partisipasi, dan kurangnya informasi. Fluktuasi harga, keterbatasan modal, dan minimnya penerapan teknologi juga menjadi tantangan yang belum sepenuhnya diatasi oleh kebijakan yang ada. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran pemerintah cukup penting namun belum optimal. Diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih inklusif, berbasis kebutuhan lokal, dan berkelanjutan. Penguatan reformasi kapasitas petani, pendampingan intensif, dan kewenangan distribusi bantuan menjadi strategi penting untuk mendukung produktivitas jagung dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Panti.