Gita Efrida Berliana Hutabarat
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MISKONSEPSI SISWA SD TENTANG KEUANGAN NEGARA: KAJIAN LITERATUR PADA PERSEPSI PENCETAKAN UANG, INFLASI, DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN IPS Kristiana Manalu; Tesalonika Sinaga; Maisyaroh; Gita Efrida Berliana Hutabarat; Trigita Sarumpaet; khairunnisa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7938

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun literasi ekonomi sejak dini. Namun, sering muncul miskonsepsi di kalangan siswa, salah satunya anggapan bahwa semakin banyak uang dicetak oleh negara maka kesejahteraan rakyat akan meningkat. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab munculnya miskonsepsi tersebut, menganalisis dampaknya terhadap pemahaman siswa, serta menawarkan strategi pembelajaran yang tepat untuk meluruskannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi ini berakar pada penyederhanaan materi ajar, keterbatasan pemahaman guru, dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang kontekstual. Akibatnya, siswa cenderung memahami uang hanya sebagai simbol kekayaan tanpa menyadari keterkaitannya dengan inflasi dan daya beli masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, guru disarankan menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual, problem-based learning, simulasi konkret, serta pemanfaatan media digital interaktif agar siswa dapat membangun pemahaman ekonomi yang lebih realistis. Kajian ini berkontribusi dengan memetakan literatur mengenai miskonsepsi ekonomi di sekolah dasar dan menegaskan pentingnya penguatan literasi ekonomi dasar dalam pembelajaran IPS. Implikasinya signifikan bagi guru, pengembang kurikulum, dan penelitian lanjutan guna merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam membentuk pola pikir ekonomi kritis sejak dini.