Tsaqif Addafa Hasman
Politeknik Pengayoman Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBINAAN BUDIDAYA AYAM KAMPUNG DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIB RUMBAI Tsaqif Addafa Hasman; Markus Marselinus Soge, S.H., M.H
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8320

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi program pembinaan kemandirian melalui budidaya ayam kampung di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai. Program ini dirancang untuk membekali narapidana dengan keterampilan praktis yang dapat menunjang kemandirian ekonomi setelah bebas, sekaligus mempersiapkan mereka dalam proses reintegrasi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pihak lapas dan narapidana, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program budidaya ayam kampung memberikan manfaat dalam meningkatkan keterampilan teknis, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri warga binaan. Program ini juga dinilai relevan karena tingginya permintaan pasar terhadap ayam kampung, sehingga berpotensi menjadi peluang usaha setelah masa pidana selesai. Namun, implementasi program masih menghadapi beberapa kendala, antara lain rendahnya minat sebagian narapidana untuk berpartisipasi serta terbatasnya jumlah produksi akibat keterbatasan sarana, lahan, dan pendanaan. Kendala ini mengurangi dampak ekonomi yang dapat dicapai secara maksimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan motivasi narapidana melalui penyuluhan dan insentif, serta penguatan kerja sama dengan instansi eksternal guna mendukung aspek teknis, pelatihan lanjutan, dan pemasaran hasil produksi. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu berkontribusi nyata terhadap kemandirian narapidana dan mengurangi potensi residivisme.