Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengendalian internal pada siklus akuisisi dan pembayaran perusahaan. Metodologi penelitian yang digunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, didukung oleh wawancara, observasi, serta dokumentasi laporan keuangan dan bukti transaksi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada kerangka pengendalian internal COSO. Temuan utama menunjukkan bahwa pengendalian internal dalam siklus akuisisi dan pembayaran sudah menerapkan praktik yang relatif memadai seperti otorisasi ganda, pencocokan dokumen sumber, dan audit internal tahunan. Namun demikian, terdapat kelemahan signifikan pada pemisahan fungsi (segregation of duties), keteraturan rekonsiliasi utang usaha, dan disiplin pengarsipan dokumen. Kondisi ini meningkatkan risiko salah saji material dan potensi fraud, meskipun perusahaan telah memiliki struktur organisasi serta kode etik yang mendukung budaya integritas. Analisis juga memperlihatkan bahwa kelemahan dalam penilaian risiko dan aktivitas pengendalian dapat menghambat efektivitas operasional dan menurunkan akurasi laporan keuangan. Implikasi teoritis dari penelitian ini memperkuat bukti bahwa penerapan lima komponen COSO mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keandalan sistem akuntansi. Dari sisi kebijakan, perusahaan perlu segera memperbaiki area segregasi tugas, memperketat rekonsiliasi berkala, dan meningkatkan sistem pengarsipan dokumen agar efektivitas pengendalian internal lebih optimal. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada evaluasi mendalam terhadap desain pengendalian internal perusahaan dengan menekankan kelemahan praktis dalam pemisahan fungsi dan rekonsiliasi utang usaha, yang jarang dikaji secara spesifik pada studi sebelumnya.