Makmun, Khusnul khotimah
PGSD FKIP Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis peran guru pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas IV SD Muhammadiyah t Samarinda tahun ajaran 2025/2026 Ria Asriani; Makmun, Khusnul khotimah; Muhlis, Irwanto
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8410

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya akhlak siswa yang baik di SD Muhammadiyah 5 Samarinda. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan akhlak siswa kelas IV SD Muhammadiyah 5 Samarinda? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci peran dan kontribusi guru PAI dalam proses pembentukan akhlak siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan lokasi di SD Muhammadiyah 5 Samarinda. Subjek penelitian adalah seluruh guru PAI dan siswa kelas IV, sedangkan responden terdiri atas lima guru PAI dan siswa dari lima kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang sangat penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, sekaligus evaluator dalam membentuk akhlak siswa. Strategi yang diterapkan meliputi pembiasaan kegiatan keislaman, penerapan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), penggunaan Sistem Bintang Akhlak, serta evaluasi rutin terhadap perkembangan perilaku siswa. Faktor pendukung pembentukan akhlak siswa antara lain lingkungan sekolah yang kondusif, keteladanan guru, dan adanya kegiatan keagamaan yang terstruktur. Adapun faktor penghambat lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan luar sekolah, seperti keluarga dan masyarakat yang kurang mendukung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembentukan akhlak siswa tidak dapat dilepaskan dari keteladanan guru, pembiasaan yang berkelanjutan, pemberian motivasi, evaluasi secara konsisten, serta sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua.