Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran dan upaya guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi sikap malas belajar pada siswa di SDN Kalianget Barat 1, serta menelaah berbagai hambatan dan solusi yang muncul selama pelaksanaan layanan bimbingan belajar. Masalah malas belajar menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap prestasi akademik dan perkembangan karakter siswa sekolah dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka yang relevan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki kontribusi besar dalam membantu siswa mengatasi rasa malas belajar melalui sejumlah strategi, antara lain penerapan pendekatan humanis dan empatik, pelaksanaan konseling individu maupun kelompok, serta penggunaan media permainan edukatif dan aktivitas kreatif untuk menumbuhkan motivasi belajar. Keberhasilan layanan BK sangat dipengaruhi oleh kerja sama antara guru, guru BK, dan orang tua. Dukungan guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, sedangkan keterlibatan orang tua berperan dalam memperkuat kebiasaan belajar di rumah. Hambatan yang ditemukan meliputi sikap tertutup dari siswa, keterbatasan waktu dan sarana, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru BK menerapkan sejumlah solusi seperti pengaturan jadwal bimbingan yang lebih fleksibel, membangun komunikasi aktif dengan orang tua dan wali kelas, serta memanfaatkan media sederhana namun menarik bagi siswa. Kolaborasi yang sinergis antar pihak menjadikan proses pembelajaran di SDN Kalianget Barat 1 lebih efektif dan menyenangkan. Penelitian ini menegaskan bahwa layanan bimbingan belajar yang bersifat kreatif, komunikatif, dan kolaboratif mampu meningkatkan motivasi serta menumbuhkan karakter belajar positif pada siswa sekolah dasar.