Nurfarida Deliani
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol,Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DARI KELUARGA BROKEN HOME DI SD IT AHSANUL HUSNA, KOTA PADANG Isa Ismail; Nurfarida Deliani; Juliana Batubara
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8939

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan interaksi sosial peserta didik dari keluarga broken home di SD IT Ahsanul Husna, Kota Padang. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dari keluarga broken home menghadapi berbagai kesulitan sosial, seperti kecenderungan untuk menyendiri, merasa murung, takut berinteraksi secara santai, dan cenderung pendiam. Kesulitan-kesulitan ini memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan karakter dan pertumbuhan sosial mereka. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial yang ditunjukkan oleh peserta didik tersebut, strategi-strategi khusus yang diterapkan oleh guru PAI untuk memperbaiki interaksi tersebut, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaan strategi tersebut. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti sesi curhat, permainan bersama peserta didik, dan pengawasan ekstra terbukti efektif dalam meningkatkan interaksi sosial peserta didik. Keberhasilan strategi ini didukung oleh lingkungan sekolah yang inklusif dan suportif, yang mendorong sikap penerimaan dan empati antar peserta didik. Namun, tantangan masih ada, terutama terkait dengan kondisi emosional peserta didik yang tidak stabil serta keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah dan guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan Islam humanistik dapat menjadi model inklusif yang bernilai dalam pembinaan sosial di lingkungan pendidikan. Pendekatan ini menekankan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan emosional dan sosial peserta didik selain aspek akademik, serta memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan bagi pengembangan pendidikan dasar. Model ini tidak hanya mendukung perkembangan holistik peserta didik tetapi juga memberikan panduan bagi para pendidik yang bekerja dengan populasi yang rentan.