Imanuel Suranta Sembiring
Universitas Negei Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reaksi Masyarakat Asia Tenggara Terhadap Masuknya Bangsa Barat Di Asia Tenggara Shindi Nurazizah Mutmainah; Dinda Dewi Larasati; Masdiana Silvia Sinaga; Imanuel Suranta Sembiring; Nahot Andika Nainggolan; Muhammad Ihsan Syahaf Nasution
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9416

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji respons masyarakat Asia Tenggara terhadap kedatangan kekuatan kolonial Barat antara abad ke-16 hingga abad ke-20, yang membentuk ulang otoritas politik, struktur ekonomi, dan kehidupan sosial di kawasan tersebut. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah beragamnya reaksi yang ditunjukkan oleh para penguasa tradisional dan masyarakat lokal terhadap dominasi Barat yang mengancam kedaulatan dan mengganggu sistem yang sudah ada. Melalui tinjauan pustaka, penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dan bersumber dari buku-buku, jurnal ilmiah, dan catatan sejarah mengenai ekspansi kolonial serta perlawanan masyarakat pribumi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa respons Asia Tenggara sangat bervariasi. Beberapa pemimpin, seperti Raja Mongkut dari Siam, memilih modernisasi dan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan negara mereka, sementara yang lain memilih perlawanan melalui konflik bersenjata atau gerakan sosial berbasis agama, seperti gerakan Katipunan di Filipina dan pemberontakan Banten di Indonesia. Eksploitasi ekonomi, pajak yang memberatkan, perampasan tanah, dan runtuhnya sistem tradisional menjadi penyebab utama meletusnya pemberontakan petani. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa bentuk-bentuk perlawanan tersebut menjadi dasar munculnya kesadaran nasionalisme dan gerakan kemerdekaan pada abad ke-20.