Moh Qoidul Ghurril Muhajjilin
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM MENGGUNAKAN MODEL CIPP DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KOTA BATU Prisil Natalie Masulili; Moh Qoidul Ghurril Muhajjilin; Zaida Rafifa Nur Ihsani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9448

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Kurikulum di MTsN Kota Batu menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk menilai kesiapan madrasah dalam menghadapi perubahan kebijakan, terutama integrasi nilai-nilai CINTA. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, madrasah berada dalam fase transisi kebijakan yang menimbulkan beban perubahan bagi guru, namun tetap memiliki arah pengembangan kurikulum yang jelas berbasis kebutuhan peserta didik. Pada aspek input, sarana dan fasilitas pembelajaran sudah memadai, tetapi kompetensi guru dalam mengelola projek masih bervariasi dan beban administrasi menjadi kendala utama. Aspek proses menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran cukup adaptif, namun evaluasi kurikulum belum dilakukan secara konsisten dan supervisi eksternal belum optimal, sehingga kualitas pelaksanaan antar kelas tidak merata. Pada aspek produk, pelaksanaan Kurikulum Merdeka berdampak positif pada peningkatan responsivitas guru dan penguatan koordinasi kurikulum, tetapi hasil projek siswa masih menunjukkan variasi yang signifikan antar kelas. Secara keseluruhan, evaluasi CIPP menegaskan bahwa tantangan utama terletak pada kesiapan guru, konsistensi proses pembelajaran, dan supervisi, bukan pada desain kebijakan itu sendiri. Temuan ini merekomendasikan peningkatan kompetensi guru, penguatan supervisi, penyelarasan pelaksanaan projek, serta evaluasi rutin demi pemerataan kualitas implementasi kurikulum.