Enjelina Petronela Sanak
Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MORALITAS SEBAGAI REFLEKSI HAKIKAT MORAL DAN IMPLEMENTASI AJARAN MORAL Okran Erikson Atonis; Saloni Alomai; Enjelina Petronela Sanak; Laudy Valeria Mamoh; Kesi Kariri Hara
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9910

Abstract

Krisis moral pada masyarakat kontemporer menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman moral secara teoretis dan penerapannya dalam praktik kehidupan sosial di Indonesia. Kondisi ini tercermin dari meningkatnya kasus korupsi, perundungan di lingkungan pendidikan, serta berbagai pelanggaran etika, meskipun pendidikan moral telah diajarkan secara formal di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat moral beserta dimensi-dimensi fundamentalnya, menganalisis hubungan antara hakikat moral dan moralitas sebagai bentuk refleksi dalam perilaku manusia, mengidentifikasi model implementasi ajaran moral, mengungkap tantangan dan hambatan dalam penerapannya, serta merumuskan strategi optimalisasi implementasi ajaran moral dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi guru, tokoh agama, dan pemimpin komunitas. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan proses member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat moral memiliki empat dimensi utama, yaitu universal, kontekstual, rasional, dan spiritual. Keempat dimensi tersebut membentuk moralitas melalui proses internalisasi nilai, refleksi kritis, dan manifestasi dalam perilaku nyata. Implementasi ajaran moral yang efektif memerlukan integrasi tiga model utama, yakni instruksional, keteladanan, dan pembiasaan. Penerapan model tersebut dalam berbagai konteks terbukti memberikan dampak positif terhadap perilaku moral. Tantangan utama meliputi rendahnya pemahaman substantif tentang moral, lemahnya motivasi intrinsik, pengaruh lingkungan sosial yang kurang kondusif, serta inkonsistensi antara nilai moral dan praktik sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan implikasi praktis berupa model implementasi ajaran moral yang terintegrasi.