Muhammad Deden Nur Kholis ZM
STIT Darul Ishlah Tulang Bawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH GAME ONLINE TERDAHAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP WIJAYA KUSUMA: PENGARUH GAME ONLINE TERDAHAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP WIJAYA KUSUMA Muhammad Deden Nur Kholis ZM; Ubaidillah; Raisul Umam Ghazali
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10279

Abstract

Ketidakseimbangan antara waktu bermain game dan waktu belajar dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik, yang pada gilirannya dapat memengaruhi pencapaian akademik secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak game online terhadap prestasi akademik siswa menggunakan metode penelitian kuantitatif. Uji Kolmogorov-Smirnov Satu Sampel, uji non-parametrik yang umum digunakan untuk menilai distribusi data, digunakan dalam penelitian ini. Temuan studi ini memiliki beberapa implikasi penting, baik secara teoritis maupun praktis, yang dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi pembelajaran dan memantau perilaku digital siswa di lingkungan sekolah dan keluarga. Secara teoritis, studi ini memperkuat temuan sebelumnya mengenai dampak negatif dari bermain game online secara berlebihan terhadap prestasi akademik siswa, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAUD). Studi ini juga berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana kebiasaan bermain game dapat mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan motivasi, dan memengaruhi internalisasi nilai-nilai agama yang seharusnya ditanamkan melalui PAUD. Semakin tinggi intensitas siswa bermain gim daring, semakin rendah kecenderungan mereka untuk mencapai prestasi akademik yang optimal, terutama dalam mata pelajaran yang menekankan pemahaman moral dan agama seperti Pendidikan Agama. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan, bimbingan, dan pendekatan pedagogis yang relevan dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas digital yang berlebihan.