Informasi di era digital yang serba cepat ini, konten siniar/podcast justru menjadi hal yang diminati segala kalangan. Dengan peredaran informasi di segala media sosial, terdapat konten siniar menggabungkan mode video dan suara yang menjadi pembahasan kontroversial. Konten Gofar Hilman menyedot perhatian dalam waktu singkat dengan pembawaannya yang lucu. Maka, peneliti bertujuan untuk membedah lelucon Gofar Hilman di konten #SekutFM dengan menerapkan parameter Knowledge Resources GTVH oleh Attardo dan Raskin dan menganalisis pelanggaran maksim prinsip kerja sama yang terdapat pada leluconnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teknik analisis isi (content analysis). Terdapat hasil pada video pertama menunjukkan terdapat 16 titik sumber tawa yang terdapat humor verbal, video kedua terdapat 10 sumber tawa yang terdapat humor verbal dan video ketiga terdapat 10 sumber tawa yang terdapat humor verbal. Dalam video siniar bersama Tante Ernie, Gofar dengan mudah mengungkapkan humor verbal, karena secara baik Tante Ernie memberikan tanggapan. Sedangkan pada video dengan Anestasya, Gofar cukup kesulitan dalam mengungkapkan humor karena Anestasya kurang merespons dan terlalu pasif. Sedangkan, pada video bersama Amalia dan Uta, Gofar terlihat tidak begitu berusaha menciptakan humor. Oleh karenanya, dalam video terakhir yang dipilih peneliti, Gofar menyatukan dua bintang tamu. Segala upaya dilakukan Gofar Hilman agar video tetap menarik banyak penonton.