Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DARI TEKS KE KONTEKS: HERMENEUTIKA TAFSIR AL-QUR’AN BERBASIS MAQĀṢID AL-SHARĪʿAH DALAM MENJAWAB ISU KESETARAAN GENDER Nurul Izzah; Safinatun Naja
Jalalain: Journal of Qur'an and Hadith Vol. 1 No. 1 (2025): JALALAIN: Journal of Qur'an and Hadith
Publisher : Yayasan An Nur Menara Baro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65802/jalalain.v1i1.79

Abstract

Isu kesetaraan gender merupakan salah satu tantangan kontemporer yang sering memicu debat dalam wacana keislaman, seringkali disebabkan oleh penafsiran teks-teks suci yang literal dan terlepas dari konteks sosio-historisnya. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan sebuah kerangka hermeneutis dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an terkait gender dengan berporos pada maqāṣid al-sharīʿah (tujuan-tujuan universal syariat). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isin (content analysis) terhadap data kepustakaan (library research). Melalui kajian kritis terhadap ayat-ayat seperti QS. An-Nisa’: 34 dan QS. Al-Baqarah: 228, artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan maqāṣidī—yang memprioritaskan prinsip-prinsip seperti keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (al-maṣlaḥah), dan penghapusan kesulitan (raf’ al-ḥaraj)—dapat menghasilkan pembacaan yang lebih substantif dan kontekstual. Temuan penelitian mengungkap bahwa nilai kesetaraan gender tidak bertentangan dengan semangat Al-Qur’an, melainkan justru merupakan manifestasi dari maqāṣid untuk melindungi harkat dan martabat manusia (ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-‘ird). Kesimpulannya, hermeneutika berbasis maqāṣid al-sharīʿah menawarkan jalan tengah yang konstruktif, menggeser penafsiran dari pembacaan teks yang rigid menuju pemahaman konteks yang dinamis, sehingga hukum Islam dapat merespons isu-isu modern secara relevan dan berkeadilan.