Lembaga pendidikan membutuhkan manajemen kepemimpinan yang efektif dan selaras dengan visi misi sekolah agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dan keberagaman peserta didik. Dalam lembaga pendidikan, terdapat banyak unsur yang saling mendukung dan memiliki peranan penting, sehingga dibutuhkan suatu manajemen kepemimpinan yang kolaboratif untuk menyatukan potensi tersebut. Manajemen kepemimpinan kolaboratif tidak hanya memfasilitasi kerjasama antara kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, tetapi juga berperan strategis dalam membangun budaya lingkungan inklusif. Lingkungan inklusif memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman peserta didik, baik dari segi kemampuan akademik, latar belakang sosial-budaya, kondisi fisik, maupun kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kepemimpinan kolaboratif dalam mewujudkan budaya lingkungan inklusif di lembaga pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, dimana data dikumpulkan melalui kajian literatur, analisis dokumen, serta telaah hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif mampu mendorong terwujudnya komunikasi terbuka, partisipasi aktif seluruh warga sekolah, serta kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, model kepemimpinan ini terbukti efektif dalam mengurangi praktik diskriminasi, meningkatkan penerimaan terhadap siswa berkebutuhan khusus, serta memperkuat sinergi antara sekolah dengan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen kepemimpinan kolaboratif merupakan strategi yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan dalam membangun budaya sekolah yang inklusif, demokratis, dan berkeadilan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi kepala sekolah, guru, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk mengembangkan pola kepemimpinan berbasis kolaborasi sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang ramah, setara, dan mendukung perkembangan potensi semua peserta didik.