Ni Putu Ariningsi
Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN SINERGIS KELEMBAGAAN PKK DAN BUMDES DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KULINER LOKAL DI DESA WISATA LODTUNDUH, KECAMATAN UBUD, KABUPATEN GIANYAR Ni Wayan Gita Sadhana Savitri; Made Sera Septiani; Ni Putu Ariningsi
Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata) Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal IPTA (December 2025)
Publisher : Department of Tour and Travel Studies, Faculty of Tourism, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IPTA.2025.v13.i02.p19

Abstract

Perkembangan pariwisata di Ubud dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran dari destinasi seni dan budaya menuju destinasi gastronomi yang memiliki daya tarik global. Dinamika ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi desa-desa wisata di sekitarnya, termasuk Desa Wisata Lodtunduh untuk menyesuaikan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kuliner lokal yang berdaya saing namun tetap berbasis pada potensi dan kelembagaan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ekonomi kreatif yang dikembangkan di Desa Wisata Lodtunduh serta mengkaji sinergi kelembagaan antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengembangan usaha kuliner desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap pengelola BUMDes dan pengurus PKK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi kreatif di Desa Wisata Lodtunduh diwujudkan melalui pengelolaan restoran desa oleh BUMDes yang disinergikan dengan PKK melalui kelompok PUSPA AMAN. Sinergi kelembagaan ini mampu memperkuat rantai pasok kuliner lokal, meningkatkan pendapatan perempuan, serta mendorong partisipasi dan kapasitas sosial masyarakat desa. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara BUMDes dan PKK merupakan model pengembangan usaha kuliner desa yang berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal dan keberlanjutan desa wisata berbasis masyarakat.