Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan daya saing usaha, terutama pada aspek pemasaran digital dan branding produk. Sebagian besar pelaku UMKM di Kabupaten Cilacap masih mengandalkan pemasaran konvensional, belum memanfaatkan media digital secara optimal, serta memiliki keterbatasan dalam membangun identitas merek yang kuat. Kondisi tersebut menyebabkan jangkauan pasar menjadi terbatas dan produk kurang mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha pelaku UMKM melalui pelatihan digital marketing dan branding guna meningkatkan daya saing usaha. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi program, pelatihan digital marketing, pelatihan branding, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup pengelolaan media sosial bisnis, pembuatan konten digital, fotografi produk, pemanfaatan marketplace, penyusunan identitas merek, desain logo, dan pengembangan kemasan produk. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendekatan praktik langsung dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam bidang pemasaran digital dan branding. Sebanyak 85% peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai digital marketing dan branding, 80% peserta mampu mengelola akun media sosial bisnis secara mandiri, 75% peserta berhasil membuat konten promosi digital yang lebih menarik, dan 70% peserta melakukan perbaikan terhadap logo, label, atau kemasan produk. Selain itu, seluruh peserta menunjukkan peningkatan motivasi untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kompetensi pelaku UMKM dalam pemasaran digital dan branding sehingga dapat mendukung peningkatan daya saing usaha di Kabupaten Cilacap.