Wiwit Prihatini
Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TELENURSING TERHADAP KEPATUHAN SELF CARE PENDERITA GAGAL GINJAL YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUANG BOUGENVILLE RUMAH SAKIT AWAL BROS PEKANBARU Wiwit Prihatini; Iskim Luthfa; Abrori Abrori
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18733117

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (CKD) adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara progresif, mengganggu penyaringan elektrolit dan keseimbangan cairan tubuh. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru pada 125 pasien dengan gagal ginjal akut atau CKD, dari Mei hingga Juli 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh telenursing terhadap kepatuhan self-care pada pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisis di ruang Bougenville. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-test dan post-test digunakan, melibatkan 95 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (62,7%), berusia 46-65 tahun (69,5%), berpendidikan SMA (70,5%), dan menjalani terapi hemodialisis dua kali seminggu (67,4%). Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepatuhan self-care setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui telenursing dengan nilai p = 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa telenursing melalui WhatsApp Group berpengaruh positif terhadap peningkatan kepatuhan self-care pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisis.