Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Potential Demand Angkutan Perkotaan Trayek K-14 (Kp. Utan-Serang-Setu) Menggunakan Metode Stated Preference Naldiansyah, Maulanda; Septiadi, Irfan; Anggraini, Dwie Ayu; Boing, R. Caesario
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7044

Abstract

Pertumbuhan urbanisasi dan meningkatnya mobilitas masyarakat menuntut penyediaan sistem transportasi perkotaan yang efisien dan mampu menarik minat pengguna. Namun, penggunaan angkutan umum pada beberapa trayek masih rendah, termasuk pada angkutan perkotaan trayek K-14 (Kp. Utan–Serang–Setu) di Kabupaten Bekasi yang memiliki tingkat pemanfaatan yang terbatas dibandingkan potensi wilayah pelayanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh atribut layanan transportasi terhadap probabilitas pemilihan angkutan perkotaan serta mengestimasi potensi permintaan (potential demand) pada trayek K-14. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode stated preference dan analisis model logit biner. Data primer diperoleh melalui survei kuesioner kepada 100 responden yang berada di wilayah layanan trayek, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen instansi terkait dan literatur ilmiah. Variabel penelitian meliputi tarif, waktu tempuh, headway, dan kenyamanan sebagai variabel independen serta probabilitas pemilihan moda sebagai variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh atribut layanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan moda. Tarif, waktu tempuh, dan headway memiliki pengaruh negatif terhadap probabilitas pemilihan angkutan, sedangkan kenyamanan memiliki pengaruh positif dan menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan peluang penggunaan angkutan umum. Nilai probabilitas rata-rata masyarakat memilih angkutan K-14 sebesar 2,97%, dengan estimasi potential demand sekitar 734 penumpang per hari dari total populasi wilayah layanan sebesar 24.694 jiwa. Temuan ini menunjukkan bahwa daya tarik layanan angkutan perkotaan masih rendah sehingga diperlukan peningkatan kualitas pelayanan terutama pada aspek kenyamanan, frekuensi layanan, dan efisiensi perjalanan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi perencanaan transportasi perkotaan berbasis permintaan serta dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi peningkatan pelayanan angkutan umum pada trayek lokal.
Evaluasi Kinerja Operasional Angkutan Umum BRT Trans Wibawa Mukti Koridor 1 Nisa, Aqilah Zahra Khairun; Farrel R, Muhammad; Novanda G.P., Servulus Andrew; Boing, R. Caesario
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7234

Abstract

Pertumbuhan volume kendaraan pribadi yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan memicu kemacetan sistemik di kawasan perkotaan Kabupaten Bekasi, sehingga diperlukan optimalisasi angkutan massal seperti BRT Trans Wibawa Mukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional Trans Wibawa Mukti Koridor 1 pada rute Stasiun LRT Jatimulya – Stasiun KRL Cikarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan evaluatif melalui pengumpulan data primer berupa survei lapangan pada jam sibuk hari kerja (weekday). Indikator kinerja yang dianalisis meliputi On-Time Performance (OTP), faktor muat (load factor), frekuensi ritase, dan kepuasan penumpang menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan volume penumpang yang signifikan dari Januari hingga Juni 2025, dengan tingkat keterisian (load factor) tertinggi mencapai 71% pada bulan Juni. Berdasarkan analisis IPA, rata-rata penilaian kinerja berada pada angka 3,28, sementara tingkat harapan pengguna mencapai 3,47. Temuan utama mengidentifikasi beberapa aspek dalam Kuadran I (Prioritas Utama) yang memerlukan perbaikan segera, yaitu kemudahan menjangkau lokasi pemberhentian, kemudahan akses bagi lansia/anak-anak, dan kebersihan area dalam kendaraan. Di sisi lain, variabel seperti kecepatan tempuh, kapasitas penumpang, dan keterjangkauan tarif masuk dalam Kuadran II dan perlu dipertahankan kinerjanya. Evaluasi ini diharapkan memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan operator dalam meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum serta mendorong integrasi antarmoda yang lebih efektif di Kabupaten Bekasi