Ofianto
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMAPARAN EPISTEMOLOGI ILMU DALAM PARADIGMA POSITIVISME DAN POST-POSITIVISME Rahim, Ridwan Kurnia Rahim; Fitrisia, Azmi; Ofianto
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma ilmu pengetahuan berpengaruh terhadap perkembangan ilmu dan kemajuan peradaban manusia saat ini. Dalam proses tersebut, filsafat dan metodelogi penelitian memiliki peran penting bukan hanya dalam membentuk ilmu pengetahuan. Eksestensi ilmu pengetahuan melalui pandangan filsafat adalah menempatkan ilmu pengetahuan secara jujur dan obyektif. Tujuan dari artikel ini adalah sebagai konsep dalam mendeskripsikan perkembangan filsafat dan bukan oleh ilmu itu sendiri dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Metode yang di gunakan dalam artikel ini adalah metode kajian pustaka. Data yang di gunakan berupa data sekunder yang berupa hasil-hasil pemikiran yang tertuang dalam buku dan jurnal baik yang nasional maupun terakreditas yang memuat topik tentang filsafat, positivisme dan post positivitisme. Hasil dalam artikel ini akan mengupas isi dari pemaparan filsafat ilmu dalam paradigma penyamarataan ilmu-ilmu manusia dengan ilmu-ilmu alam (POSITIVISME) dan pemikiran yang menggugat asumsi dan kebenaran-kebenaran (POST-POSITIVISME).
PENGGUNAAN METODE PLS DALAM MENGANALISIS DATA PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK Mulanda, Dana Mulanda; Fitrisia, Azmi; Ofianto
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan dalam pengelolaan data akan menghasilkan karya penelitian yang ilmiah yang baik. Aplikasi saat ini yang digunakan dalam pengelolaan data kuantitatif adalah dengan menggunakan aplikasi Smart-PLS 3.3.3 Aplikasi Smart-PLS 3.3.3 merupakan aplikasi yang ringan dan tidak membutuhkan banyak RAM yang digunakan. Tujuan dari di gunakannya aplikasi ini sebagai salah satu metode yang memudahkan seseorang dalam melakukan pengolahan data kuantitatif. Penggunaan metode PLS ini di terapkan pada semua skala data yang tidak menggunakan banyak asumsi. Selain dapat di jadikan sebagai media pengolahan data aplikasi ini juga dapat di gunakan sebagai konfirmasi teori juga yang dapat membangun hubungan yang belum ada landasan teorinya atau untuk pengujian proposisi. Penggunaan metode PLS dalam menganalisis data persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik akan mempermudahkan dalam pengurutan data di lapangan dan dengan menggunaan metode ini teori-teori yang disertakan akan terkonfirmasi hubungannya. Metode yang di gunakan dalam artikel ini adalah metode kajian pustaka. Data yang di gunakan berupa data sekunder yang terdiri dari buku dan jurnal yang di gunakan untuk bahan acuan. Hasil penelitian dengan metode PLS ini adalah untuk mengetahui data kuantitatif terhadap perspektif masyarakat terkait pelayanan publik.
IMPLEMENTASI THEMATIC ANALYSIS MELALUI LANGKAH CODING DALAM PENELITIAN KUALITATIF PADA ILMU SOSIAL Fifi, Fifi Febriandiela; Fitrisia, Azmi; Ofianto
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk menguraikan secara komprehensif ciri, definisi dan tahap-tahap analisis data kualitatif dalam bidang ilmu sosial yang dijadikan tumpuan dalam berpikir. Kegiatan ini dirancang untuk menambah ilmu pengetahuan sosial dan metode sistematis yang digunakan untuk mengeksplorasi, menganalisis dan mengkonseptualisasi kehidupan sosial manusia. Tulisan ini didasarkan menggunakan review literatur yang berkaitan dengan penelitian kualitatif. penelitian kualitatif pada umumnya diperhadapkan pada banyaknya data atau informasi yang bersifat kata-kata atau kalimat baik data dari dokumen, wawancara, observasi maupun diskusi kelompok (focus-group discussion). Dilihat dari kenyataannya tidak sedikit peneliti memahami langkah atau proses mengembangkan pengetahuan dari data kualitatif khususnya pada data yang harus dianalisis. Akibatnya hasil penelitian cenderung bersifat deskriptif tanpa memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Analisis tematik (Thematic analysis) merupakan metode dengan mengidentifikasi, menganalisis dan melaporkan tema-tema atau pola-pola yang terdapat dalam data serta pelaksanaannya melalui langkah reduksi data, pengorganisasian dan interpretasi. Langkah coding yang merupakan kunci keberhasilan dari salah satu penelitian kualitatif ilmu sosial yang memberikan gambaran secara praktis dan menghasilkan kesimpulan yang berdasarkan pertanyaan penelitian.
Ilmu Pengetahuan dan Etika Kennywan, Kennywan Leo Arischa; Fitrisia, Azmi; Ofianto
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu menempati posisi tertinggi dalam kebudayaan umat manusia. Penguasaan ilmu pengetahuan dapat menunjukkan status dan prestise suatu bangsa. Melalui nalar manusia, ilmu pengetahuan telah mengubah pola kebudayaan tradisional menjadi modern. Perkembangan ilmu pengetahuan perlu diiringi dengan moral dan etika, agar kemajuan ilmu pengetahuan tidak berdampak buruk bagi manusia dan kemanusiaan. Moral diharapkan dapat menjadi acuan perbuatan manusia melalui penilaian kebenaran suatu tindakan. Moral tersebut dapat diukur dalam suatu sistem nilai berupa nilai dan norma yang mengatur manusia dalam berbuat dan bertingkah, yang disebut etika. Ilmu dan etika tidak dapat dipisahkan dari kelompok orang yang berilmu (ilmuwan), agar dapat mengemban tanggung jawabnya dalam meningkatkan kesejahteraan manusia serta menerapkan penemuannya untuk keperluan umat manusia, mengungkapkan suatu kebenaran ilmu dan dampaknya, serta untuk mengembangkan kebudayaan dalam negeri. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui makna ilmu pengetahuan, etika, dan tanggung jawab ilmuwan. Artikel ini ditulis dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan.
FILSAFAT ILMU DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Geraldine, Geraldine Dwitiya Putri Kirana; Fitrisia, Azmi; Ofianto
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat yaitu dasar atau landasan pemikiran manusia di dunia akademis sebagai landasan pemikiran untuk dapat mencari serta mendalami ilmu pengetahuan. Semenjak lahir dan berkembangnya filsafat dan ilmu pengetahuan, hal ini berpengaruh besar dalam dunia akademik. Dilihat menurut sejarah filsafat dan keberadaan ilmu pengetahuan, ilmu terus beradaptasi dengan dinamika setiap waktu untuk memenuhi tuntutan zaman. Pada dasarnya pemikiran sebelumnya telah berubah, sehingga dilakukan penyelidikan mendalam untuk memecahkan permasalahan yang ada. Penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi literatur, yaitu dalam mengumpulkan informasi data yang relevan diambil dari berbagai sumber kepustakaan seperti, buku, jurnal, berita, internet yang sesuai dengan topik pembahasan. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa Ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 dalam keberadaan serta pengembangannya selalu saling mempengaruhi. Inovasi teknologi secara pesat mempunyai dampak positif dan negatif. Filsafat ilmu sebagai dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus melapisi kontekstualitas supaya kesadaran akan pemanfaatan teknologi tetap berada pada koridor kepentingan bersama. Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 juga harus bisa dikendalikan dengan tidak boleh terlepas pada filsafat ilmu dan adanya etika ilmiah supaya tidak semakin jauh dari nilai-nilai etik. Implikasi filsafat ilmu terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 adalah sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah.
KONSTRUKSI EPISTEMOLOGI ILMU PENGETAHUAN Ashilah, Ashilah Puti Salsabila Arfi; Fitrisia, Azmi; Ofianto
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 8 No. 1 (2023): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keseluruhan topik artikel ini adalah perkembangan konstruksi epistemologi sains dan filsafat sains. Karena filsafat ilmu selalu menjadi tolak ukur perkembangan ilmu pengetahuan, maka terdapat keterkaitan yang erat antara keduanya. Landasan konstruksi epistemologis ilmu yang berkembang adalah filsafat ilmu. Sebagian dari perbaikan epistemologi sains tidak dapat dipisahkan dari landasan maju cara berpikir sains. Substansi sains masa kini tidak dapat dipisahkan dari dasar penalaran sains. Perspektif lain yang mengikat sains adalah otentisitas dan visi yang didukung kuat oleh kemajuan perkembangan epistemologis sains dalam peradaban saat ini seperti saat ini. Selain itu, ada metode kualitatif yang memanfaatkan studi kepustakaan. Metode ini melibatkan pemeriksaan sumber teks yang berhubungan dengan kajian yang sedang dibahas. Selain itu, penelitian dokumen juga digunakan dalam penelitian ini. Selain itu, ada metode analisis yang digunakan, yaitu metode pendokumentasian penelitian atas hasil penelitian terdahulu yang dikaitkan dengan filsafat ilmu. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat buku-buku pelajaran, buku harian logis yang didistribusikan di Google Researcher, perpustakaan terkomputerisasi, dan bibliotek. Eksplorasi ini sangat penting untuk dicoba mengingat cara berpikir sains adalah induk dari pengembangan sains yang ada.