Daru Anondo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Filsafat Moral terhadap Otonomi Manusia (Tinjauan Peran Perempuan dalam Hubungan Antar Gender): Moral Philosophy on Human Autonomy (A Review of the Role of Women in Intergender Relationships) Daru Anondo
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 4 No. 1 (2011): AN-NISA': Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is an observation of women's autonomy as human beings in relation to their role in society. The assumption is that pressure in the women's emancipation movement throughout history has always changed and evolved. In the past, when polygamy was common, the core issue was equality of rights in the context of women's roles as wives/or mothers among other wives. Today, the issue revolves around the integrity of the role as a human being in development activities. In a global context influenced by world developments, women are fighting for equality in rights and obligations in all aspects of life, which is rarely found in reality. Autonomy is a concept that serves as motivation for human decision-making. And in the context of autonomy, women have not exercised their autonomy so they are still under pressure in decision-making. Artikel ini adalah sebuah observasi tentang otonomi wanita sebagai manusia terkait dengan perannya dalam masyarakat. Asumsi bahwa tekanan dalam gerakan emansipasi wanita dalam lintasan sejarah selalu berubah dan berkembang. Pada masa lalu saat poligami lazim dilakukan, inti permasalahannya adalah tentang ekualitas hak dalam konteks peran wanita sebagai seorang istri/atau ibu diantara istri-istri lainnya. Saat ini permasalahannya berkisar pada integritas peran sebagai manusia dalam aktivitas pembangunan. Dalam konteks global yang dipengaruhi oleh perkembangan dunia, wanita berjuang untuk kesetaraan dalam hak dan kewajiban dalam semua aspek kehidupan, yang jarang ditemui dalam kenyataan. Otonomi adalah konsep yang menjadi motivasi dimana aktivitas keputusan manusia didasarkan. Dan konteks otonomi, wanita belum menggunakan otonominya sehingga mereka masih dalam tekanan dalam pengambilan keputusan.