Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai arsitek pengetahuan dalam kerangka pendidikan konstruktivis melalui kajian literatur sistematis. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti alur PRISMA untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan mensintesis temuan terkait paradigma konstruktivisme, transformasi peran guru, dan implementasi asesmen autentik di berbagai konteks pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konstruktivisme secara konsisten menempatkan siswa sebagai pembangun makna melalui aktivitas kolaboratif, penyelidikan, refleksi, dan pemecahan masalah, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan scaffolding, mengarahkan dialog, serta merancang pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual. Asesmen autentik menjadi instrumen evaluasi yang paling konsisten dengan paradigma konstruktivis karena menilai proses sekaligus produk belajar melalui portofolio, proyek, kinerja, studi kasus, dan tugas dunia nyata. Namun demikian, implementasi asesmen autentik menghadapi tantangan signifikan seperti kurangnya pelatihan guru, keterbatasan perangkat penilaian, variasi kualitas instrumen, serta resistensi terhadap pergeseran dari tes tradisional ke asesmen bermakna. Sintesis literatur juga menegaskan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat kompetensi guru dalam desain pembelajaran konstruktivis, integrasi asesmen autentik, dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas ruang pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan konstruktivis sangat ditentukan oleh kualitas peran guru sebagai fasilitator dan kemampuan sekolah menyediakan lingkungan belajar yang mendukung otonomi siswa, pengalaman autentik, dan evaluasi yang holistik. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, serta desain asesmen yang konsisten dengan paradigma pembelajaran abad-21.