Industri makanan olahan Indonesia, khususnya UMKM, berkembang pesat seiring meningkatnya permintaan rendang sebagai produk khas Sumatera Barat yang berpotensi ekspor, namun partisipasi UMKM dalam perdagangan internasional masih rendah akibat kompleksitas standar dan persyaratan ekspor. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemenuhan standar dan persyaratan ekspor bagi UMKM rendang di Sumatera Barat dengan menggunakan data hasil wawancara pelaku UMKM eksportir, instansi pendukung ekspor, analisis regulasi, serta kuesioner terbuka yang dianalisis menggunakan pendekatan Grounded Theory, yang terdiri atas tahapan open coding untuk identifikasi tema, axial coding untuk menghubungkan kategori dan subkategori, serta selective coding untuk merumuskan kategori inti sebagai dasar penyusunan strategi pemenuhan standar dan persyaratan ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi oleh UMKM rendang dalam memenuhi standar dan persyaratan ekspor bersumber dari lima kategori utama, yaitu kurangnya pendampingan dan sosialisasi, kompleksitas dokumen dan teknis, keterbatasan infrastruktur dan peralatan, tantangan teknis produksi dan higienitas, serta hambatan finansial. Kondisi ini membentuk suatu rantai hambatan sistemik yang saling memperkuat dan mempersulit kesiapan ekspor pelaku usaha kecil. Strategi yang dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut mencakup lima pendekatan utama, yaitu peningkatan pendampingan dan sosialisasi regulasi ekspor, pemenuhan infrastruktur dan alat produksi sesuai standar, pengurangan beban biaya sertifikasi dan pengujian melalui kolaborasi lintas lembaga, peningkatan kemampuan teknis dan dokumentasi ekspor, serta standarisasi proses produksi dan praktik higienitas. Validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa meskipun sebagian strategi telah dijalankan oleh instansi terkait, implementasinya belum terstruktur secara berkelanjutan dan belum menjangkau seluruh UMKM.