Yoseph Hendrik Maturbongs
Sekolah Tinggi Tarakanita

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tantangan Era Globalisasi Terhadap Manajemen Perguruan Tinggi Yoseph Hendrik Maturbongs
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 4 No 2: September 2019
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/vh9paw03

Abstract

Pendidikan sebagai tonggak dasar pengembangan sumber daya manusia dalam era globalisasi saat ini, haruslah menjadi andalan untuk menghasilkan insan-insan cendikia yang kompetitif. Dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN, Indonesia masih memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi, serta tingkat produktivitas kerja yang rendah. Globalisasi yang didukung dengan percepatan perkembangan teknologi yang sedemikian cepat telah meniadakan batas-batas ekonomi, perdagangan, dan perpindahan sumber baya manusia. Bagaimana pendidikan tinggi menghadapi tantangan globalisasi tersebut menjadi hal yang penting untuk diantisipasi. Telaah ini akan mengkaji hal tersebut melalui literatur review dengan mengkaji fakta yang ada, memaparkan teori yang berkaitan, menganalisa dan kemudian menyimpulkan. Manajemen pendidikan tinggi sebagai komponen utama pengelolaan institusi pendidikan, harus dilakukan secara terintegrasi terhadap kelembagaan maupun aktivitasnya. Pengelolaan secara terencana, terorganisir, terarahkan, dan terukur, harus selalu diselaraskan dengan percepatan dan tantangan globalisasi dari segala aspek. Karakteristik generasi, kinerja dan budaya organisasi, fleksibilitas dan inovasi, serta adaptibilitas teknologi informasi menjadi faktor-faktor kritis yang harus selalu dikembangkan dan diselaraskan. Tantangan yang teridentifikasi bagi manajemen pendidikan tinggi dalam menghadapi era globalisasi adalah, pembaharuan, komunikasi organisasi, strategi, inovasi dan investasi terhadap aset fisik maupun non-fisik. Dalam menghadapi tantangan tersebut maka isu globalisasi harus selalu diselaraskan dengan visi misi, orientasi masa depan jelas dan terarah, mengembangkan manusia secara utuh, konsisten, melayani masyarakat secara menyeluruh, serta penyelarasan teknologi terhadap sumber daya manusia dan proses bisnis.