Nurobiyanto
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di Sekolah Menengah Atas M. Shalahuddin; Muhammad Miqdad Arromy; Nurobiyanto; Solehuddin Syaf; Uus Ruswandi; Bambang Samsul Arifin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di SMA IT Nurul Fajri Bekasi, dengan fokus pada integrasi kedua sistem tersebut untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian mencakup kepala sekolah, guru, dan tim mutu internal sebanyak 12 orang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA IT Nurul Fajri berhasil menerapkan SPMI melalui siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), yang selaras dengan prinsip continuous improvement dalam Total Quality Management (TQM). Sementara itu, hasil evaluasi eksternal dari BAN-S/M digunakan secara strategis untuk memperkuat rencana mutu internal. Integrasi antara SPMI dan SPME mencerminkan prinsip holistic management, di mana evaluasi internal dan eksternal saling melengkapi untuk menciptakan sinergi yang efektif. Faktor-faktor seperti kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan aktif guru, fasilitas yang memadai, dan dukungan stakeholder eksternal menjadi pendorong keberhasilan, meskipun tantangan seperti resistensi terhadap perubahan budaya kerja dan kendala administratif tetap dihadapi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi SPMI dan SPME dapat menjadi model penjaminan mutu yang efektif bagi sekolah lain, dengan memanfaatkan hasil evaluasi eksternal sebagai dasar untuk perbaikan internal. Implikasi praktisnya, sekolah lain dapat mengadopsi pendekatan ini untuk menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan, sementara pembuat kebijakan dapat menggunakan temuan ini untuk merancang pelatihan yang lebih relevan bagi kepala sekolah dan guru.