Ni Luh Made Sriariani
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh PjBL Terintegrasi Kearifan Lokal Tri Hita Karana untuk Meningkatkan Keterampilan Bergotong-Royong Siswa SD Pada Pembelajaran PPKn Ni Luh Made Sriariani; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2261

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Model PjBL Terpadu Kearifan Lokal Tri Hita Karana untuk Meningkatkan Keterampilan Bergotong-royong dalam Pembelajaran PPKn Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one sample post test control group design. Populasi penelitian adalah SD Gugus Yos Sudarso Sanur Provinsi Bali. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik random sampling yaitu SD N 2 Sanur sebagai kelas kontrol dan SD N 5 Sanur sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data melalui angket keterampilan kolaborasi dengan skala empat. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi equal variances diasumsikan sebesar 0,001 < 0,05, artinya terdapat pengaruh yang signifikan model PjBL terpadu Tri Hita Karana terhadap keterampilan kolaborasi siswa pada pembelajaran PPKn. Kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan model PjBL terpadu dengan kearifan lokal Bali Tri Hita Karana terhadap keterampilan bergotong-royong. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan PjBL untuk mengukur aspek keterampilan lainnya sesuai kebutuhan abad 21 dan disisipkan dengan kearifan lokal daerah sekitar. Implikasi dari penelitian ini adalah dengan mengintegrasikan kearifan lokal Tri Hita Karana ke dalam model pembelajaran PjBL, kegiatan pembelajaran menjadi aktif dan harmonis dalam perbedaan sehingga siswa dapat meningkatkan keterampilan bergotong-royong siswa sekolah dasar dan kearifan lokal tidak mudah luntur. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat menerapkan model inovatif lainnya dengan kearifan lokal di daerah setempat untuk meningkatkan keterampilan bergotong-royong dan daya tanggap budaya.