Perkembangan teknologi yang ada saat ini memiliki dampak seperti gaya hidup sedentari. Gaya hidup ini rentan dialami oleh mahasiswa pada lingkungan pendidikan. Hal ini ditandai dengan aktivitas monoton seperti duduk berjam-jam di ruang kelas atau terpaku pada layar perangkat elektronik. Hal ini akan berbahaya jika seseorang mempertahankan perilaku gaya hidup sedentari. Oleh karena itu, diperlukan intervensi untuk mendorong seseorang supaya lebih aktif secara fisik, salah satunya melalui desain bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep desain aktif pada Gedung Kuliah Bersama Universitas Negeri Malang (GKB UM), untuk mendukung pengurangan gaya hidup sedentari pada mahasiswa. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rekayasa desain yang diperlukan pada GKB UM berdasarkan Active Design Guidelies untuk meningkatkan aktivitas fisik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk meneliti perspektif gedung GKB UM berdasarkan “Active Design Guidelines: Promoting Physical Activity and Health in Design”. Data diperoleh melalui observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Adapun hasil penelitian ini yaitu peran desain GKB UM dalam mendorong aktivitas fisik mahasiswa, yang menunjukkan bahwa GKB UM telah menerapkan prinsip-prinsip desain aktif. Namun, masih ada beberapa hal yang dapat dilakukan rekayasa desain untuk meningkatkan aktivitas fisik mahasiswa, seperti menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas, memberikan penanda atau rambu-rambu informasi, dan menggabungkan instalasi seni publik di lingkungan sekitar GKB UM. Selain itu, perlu dilakukan rekayasa desain bangunan pada lingkungan tangga GKB UM supaya lebih menarik, aman, dan nyaman saat digunakan.