Muhammad Imam Khaudli
Universitas KH. Mukhtar Syafa’at

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepemimpinan dalam Pendidikan Kolaborasi Model Salafi (Klasik) dan Khalafi (Modern) di Pondok Pesantren Ruslan; Muhammad Imam Khaudli
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pendidikan kolaborasi salafi dan khalafi di Pondok Pesantren Al Muaiwwanah Selatpanjang, Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan kolaborasi ini berada di bawah otoritas penuh seorang kiai sebagai pengasuh pondok pesantren. Kurikulum yang diterapkan merupakan perpaduan antara pendidikan kitab klasik (salafi) dan pendidikan formal (khalafi) dengan standar kompetensi yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Metode pembelajaran menggunakan berbagai teknik, seperti sorogan, bandongan, ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi, eksperimen, dan multimedia. Sumber rujukan berasal dari kitab kuning klasik dan buku-buku kontemporer yang relevan. Sistem evaluasi diterapkan secara kombinasi antara sistem pondok dan sistem pendidikan formal, melalui ujian tengah semester dan akhir semester. Penerimaan santri baru dilakukan melalui tes baca Al-Qur’an, kitab, dan praktik ibadah. Sumber daya manusia (SDM) di pesantren terdiri dari ustadz yang memahami kitab kuning meskipun tidak disyaratkan memiliki ijazah formal, sementara pengajar di madrasah minimal berpendidikan S-1. Sarana prasarana yang tersedia mendukung proses belajar mengajar, termasuk ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, masjid, dan asrama santri. Sistem administrasi terintegrasi antara pondok dan madrasah, serta memanfaatkan media sosial dan media cetak untuk publikasi informasi. Implikasi dari penerapan model pendidikan kolaborasi salafi dan khalafi ini adalah peningkatan mutu pendidikan, ditandai dengan berbagai prestasi santri baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni. Model ini dinilai mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.