Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformation of local wisdom values through the Merdeka Belajar principle in the Buru Island community Waikabo, Ari Fandi; Samsuri
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Directorate of Research and Community ServiceUniversitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v9i1.81649

Abstract

The people of Wamlana Village believe that teaching based on local wisdom will support the character of the younger generation in the era of globalisation. This study aims to explore the values of local wisdom in a theoretical form converted into a form of practice by using the cycle of independent learning based on local wisdom for character building. The method used is a qualitative case study. This study uses interview guidelines, documentation and observation, analysis techniques in the form of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found that the application of independent learning can (1) raise awareness of the preservation of local culture, (2) shape the character of students, (3) build local culture, and (4) strengthen identity.
Penguatan Civic Engagement Peserta Didik melalui Pendidikan Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Karakter Integritas Arifandi Waikabo; Budiono; Nurul Zuriah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3097

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui peran sekolah terutama guru dalam penguatan partisipasi kewargaan (civic engagement) pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan karakter integritas peserta didik di MTs Muhammadiyah 1 Malang. Fokus penelitian ini mengacu pada aspek partisipasi kewargaan (civic engagement) pada peserta didik melalui kegiatan-kegiatan demokratis di sekolah sebagai wujud praktik sebagai individu untuk selalu terlibat aktif dalam setiap kegiatan sosial di sekolah dan juga dapat menunjang karakter integritas mulai dari bagaimana pembelajaran kewarganegaraan mampu meningkatkan partisipasi kewargaan (civic engagement)? Apa saja langkah-langkah yang mendukung dalam pembelajaran partisipasi kewargaan (civic engagement) terhadap karakter integritas? dan apa dampak yang dihasilkan melalui pembelajaran kewarganegaraan terhadap partisipasi kewargaan yang berpengaruh pada karakter integritas?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta melibatkan 8 informan sebagai sampel penelitian yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru PKn, dan peserta didik kelas 8. Hasil menunjukan, pembelajaran pendidikan kewarganegaraan sangat berdampak pada partisipasi kewargaan (civic engagement) peserta didik di MTs Muhammadiyah 1 Malang. Melalui penerapan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan efektif di kelas maupun di lingkup pendidikan, peserta didik akan diajarkan pentingnya partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan gotong royong di sekolah. Terutama mengacu pada karakter integritas yang menjadikan mereka untuk selalu jujur, disiplin, tepat waktu, konsisten, berani, tanggung jawab, mematuhi aturan, dan adil. Penguatan partisipasi kewargaan (civic engagement) ini bertujuan agar setiap peserta didik memahami akan kewajiban untuk turut terlibat aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah sehingga terhindar dari sifat individualis atau mencegah terjadinya kelompok kelompok kecil yang membatasi adanya kerjasama dan partisipasi antara sesama murid di lingkup pendidikan.
Retensi Kosakata Dalam Integrasi Budaya Masyarakat Muna Varissca Utari Tuharea; Arifandi Waikabo; Muhamad Chairul Basrun Umanailo; Muhammad Nurul Ikram Kadir
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 4 (2026): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), Mei 2026
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i4.3092

Abstract

Massive external linguistic pressure is currently threatening the existence of the local language and culture of the Muna people. Responding to these conditions, this study aims to examine the dynamics of retention of ancient vocabulary as an instrument of local cultural integration. This study applied a qualitative method centered on the subject's experience and memory, with data analysis using the MAXQDA 24 software. The results of the study show that the Muna people have a high capacity for retaining ancient vocabulary, which serves as a representation of cultural identity and binds group solidarity. However, this high memory retention is inversely proportional to the very minimal frequency of daily use, so its use is limited to specific and sacred contexts. To deal with the threat of language extinction, communities rely on cultural integration mechanisms through the internalization of values and media adaptation as a crucial vocabulary preservation strategy. In conclusion, the continuity of Muna culture in the contemporary era requires synergy between cultural integration at the community level and the use of public space and digital media. This is necessary to transform the preservation of ancient vocabulary from a mere object of historical memory to an active daily practice of communication.