Pendidikan karakter akademik berbasis kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang berakhlak, berbudaya, dan mampu bersaing di era global. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan tujuan menganalisis secara komprehensif berbagai temuan penelitian mengenai internalisasi nilai-nilai kearifan lokal budaya Sasak dalam pembelajaran sekolah dasar untuk penguatan karakter akademik siswa. Berdasarkan hasil seleksi terhadap 7 artikel, kajian menumustnjukkan bahwa nilai-nilai budaya Sasak seperti bedadayan (gotong royong), ajinang (saling menghormati), kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter akademik yang mencakup ketekunan belajar, rasa tanggung jawab terhadap tugas, serta komitmen terhadap pencapaian prestasi. Internalisasi nilai-nilai tersebut efektif diterapkan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Project-Based Learning (PjBL), yang mendorong siswa menghubungkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata, bekerja kolaboratif, dan merefleksikan nilai akademik dalam setiap proses belajar. Penerapan teori humanistik turut memperkuat pembentukan karakter akademik dengan menekankan kesadaran diri, motivasi intrinsik, dan empati dalam proses pembelajaran. Namun, implementasi nilai-nilai budaya Sasak masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru dan minimnya integrasi nilai budaya dalam kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru serta dukungan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter akademik berbasis budaya lokal. Secara keseluruhan, internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Sasak menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter akademik siswa yang berakar pada budaya bangsa dan tangguh menghadapi arus globalisasi budaya.