Siti Uswatun Khasanah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Langkah-langkah Praktis Penyusunan Instrumen Penilaian Kognitif Berbasis Higher Order Thinking Skills pada Pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi Kasus Madrasah Ibtidaiyah Nulqia Salsabilla; Siti Uswatun Khasanah; Diah Pahmasari Harahap; Aziza Mardyah Mubrian; Shaleh
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah praktis penyusunan instrumen penilaian kognitif berbasis Higher Order Thinking Skills dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi secara autentik dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods eksploratif yang mengombinasikan studi kepustakaan dan studi lapangan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai langkah-langkah praktis penyusunan instrumen penilaian kognitif berbasis Higher Order Thinking Skills pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah. Analisis difokuskan pada empat aspek utama, yaitu: (1) pemahaman konseptual mengenai Higher Order Thinking Skills dalam konteks pendidikan dasar, (2) prinsip-prinsip penilaian kognitif berbasis Higher Order Thinking Skills, (3) langkah-langkah penyusunan butir soal Higher Order Thinking Skills dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, dan (4) tantangan implementatif di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyusunan instrumen penilaian berbasis Higher Order Thinking Skills memerlukan kemampuan guru dalam merancang soal yang menekankan proses berpikir analitis, evaluatif, dan kreatif berdasarkan stimulus kontekstual. Proses penyusunan yang efektif mencakup identifikasi kompetensi dasar, perumusan indikator yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, pengembangan stimulus yang relevan, penyusunan butir soal berbasis konteks, serta validasi instrumen secara sistematis. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik asesmen yang berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa sekolah dasar, serta menjadi rujukan bagi guru dalam merancang penilaian yang sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis Higher Order Thinking Skills.