Kesulitan yang dihadapi siswa disleksia dalam membaca di tingkat sekolah dasar terkhusus dalam pengenalan huruf, penghubungan suara, dan pemahaman arti kata, memerlukan penerapan metode pembelajaran yang inovatif dan beradaptasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan strategi multisensori yang memanfaatkan media digital interaktif serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kemampuan membaca bagi siswa disleksia di tingkat sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian ini meliputi siswa disleksia di kelas III, guru kelas, siswa reguler dan orang tua siswa disleksia sebagai pendukung informasi. Teknis pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi multisensori yang memadukan stimulasi visual, auditori, kinestetik, dan taktil melalui media digital interaktif, seperti video animasi, gambar interaktif, dan aplikasi kuis, dapat meningkatkan fokus, motivasi, serta partisipasi belajar siswa disleksia. Peningkatan dalam kemampuan membaca terlihat dari (1) peningkatan kesadaran fonemik serta fonik (2) kelancaran membaca dan (3) pemahaman terhadap arti kata sederhana. Selain memberikan dampak positif di bidang akademik, strategi ini juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inklusif, meningkatkan interaksi sosial antara siswa disleksia dan siswa reguler, serta memperkuat rasa percaya diri siswa saat melakukan kegiatan membaca. Oleh karena itu, strategi multisensori dengan media digital interaktif terbukti efektif sebagai pendekatan pembelajaran dalam mendukung kemampuan membaca siswa disleksia di tingkat sekolah dasar.